DEPAN

Sungguh, kadang kejujuran itu terasa sangat menyakitkan, tetapi katakanlah dan luruskanlah saja niatmu

Hisablah dirimu sebelum di hisab Allah dan jangalah menyibukkan diri menghisab apalagi menghisap orang lain

Memang nikmat berbagi dalam kebaikan & kebenaran (modifikasi dari KZ)

Salah satu tugas dalam hidup ini begitu sederhana, hanya bersabar dan besyukur (AFF)

Orang yang melewatkan satu hari dalam hidupnya tanpa ada suatu hak yang ia tunaikan atau suatu fardu yang ia lakukan atau kemuliaan yang ia wariskan atau pujian yang ia hasilkan atau kebaikan yang ia tanamkan atau ilmu yang ia dapatkan,maka sungguh-sungguh ia telah durhaka pada harinya dan menganiaya diri. (Dr. Yusuf Al-qardhawi)

-----------------------------

http://refleksirifa.blogspot.com/

https://rifateashahihbukhari.blogspot.com

http://www.facebook.com/ridwan.farid.3990

id.linkedin.com/pub/ridwan-farid/6/17b/164

------------------------------------

YM & Gtalk : rifa120

Tampilkan postingan dengan label Bisnis Mangement. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis Mangement. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Januari 2016

5 Langkah Tetapkan Target yang SMART!

sumber :  http://shiftindonesia.com/menetapkan-target-yang-smart/

5 Langkah Tetapkan Target yang SMART!

 

SMART adalah filosofi yang digunakan untuk membantu anda menetapkan target dan tujuan, misalnya dalam project management, employee performance management, atau personal development. Beberapa orang menyamakannya dengan istilah KPI (Key Performance Indicators). Singkatan ini pertama kali digunakan dalam Management Review edisi November 1981 oleh George T. Doran.
Apa itu SMART?
SMART adalah:
S – SpecificSignificant, Stretching, Simple
M – MeasurableMeaningful, Motivational, Manageable
A – AttainableAppropriate, Achievable, Adjustable, Ambitious, Aligned, Action-focused
R – RelevantResult-Based, Results-oriented, Resourced, Resonant, Realistic
T – TimelyTime framed, Timed, Time-based,  Time-bound, Time-Specific, Timetabled
Beberapa orang senang menambahkannya dengan akhiran ‘ER’ menjadi ‘SMARTER’. E = Enjoyable, R = Relevant.
Menyusun Target yang SMART
Seperti yang dijabarkan oleh Paul J. Meyer dalam bukunya, Attitude is Everything, berikut beberapa penjelasan mengenai karakteristik yang S.M.A.R.T dalam menetapkan target:
SPECIFIC
Kata yang pertama ini menekankan pentingnya menetapkan target yang spesifik; benar-benar spesifik. Hindari target yang terlalu umum atau kurang mendetail. Target tidak boleh ambigu, harus jelas, dan dipaparkan dengan bahasa yang lugas. Misalnya, tetapkan target seperti ini: “tingkatkan penjualan dari 500 menjadi 1000 buah apel dalam sehari” dan hindari “tingkatkan omset dari penjualan apel per-hari”.
Untuk menetapkan tujuan yang spesifik, anda harus menyampaikan kepada tim seluruh harapan dan keinginan dengan spesifik, mengapa hal ini penting, siapa yang akan terlibat, dimana akan dijalankan, dan atribut apa saja yang penting. Suatu tujuan (target) yang spesifik biasanya akan menjawab pertanyaan “5W” ini:
  • What: apa yang ingin saya capai?
  • Why: Mengapa harus dicapai? (alasan yang spesifik; tujuan dan keuntungan dari pencapaian target tersebut)
  • Who: Siapa yang terlibat?
  • Where: Dimana target akan dicapai? (identifikasi lokasi)
  • Which: Identifikasi persyaratan untuk mencapai target dan kendala yang menghalagi tercapainya target.
MEASURABLE
Kata yang kedua menekankan pentingnya kriteria yang digunakan untuk mengukur besarnya kemajuan yang dibuat dalam mencapai target. Filosofi yang melatar-belakangi poin ini adalah: “Jika target tidak dapat diukur, mustahil untuk mengetahui apakah anda telah membuat kemajuan dalam mencapai tujuan akhirnya”. Mengukur kemajuan akan membantu tim untuk tetap berada dalam jalur yang benar, menepati tenggat waktu, dan merasakan semangat dan euforia ketika memperoleh hasil yang menggembirakan di setiap pencapaian yang membawa mereka lebih dekat kepada tujuan.
Target yang terukur akan mampu menjawab salah satu pertanyaan:
  • Berapa banyak?
  • Bagaimana anda mengetahui bahwa target tersebut telah tercapai?
ATTAINABLE
Kata yang ketiga menekankan bahwa target harus realistis dan dapat dicapai. Target tidak boleh dibuat terlalu mudah (untuk performa standar tim anda), tapi juga tidak boleh terlalu sulit sehingga terasa mustahil untuk dicapai. Target yang ditetapkan akan dapat dicapai jika: anda telah menentukan apa yang paling penting, lalu mampu membayangkan langkah-demi-langkah untuk mewujudkannya. Untuk itu, anda akan mengembangkan perilaku, kemampuan, keahlian, dan kapasitas finansial untuk mencapainya.
Target yang attainable akan menjawab pertanyaan seperti:
  • How: Bagaimana target tersebut akan dicapai?
RELEVANT
Kata keempat menekankan pentingnya memilih target yang tepat. Target yang dibuat oleh bank manager untuk membuat “50 sandwich isi mentega kacang dan jeli sebelum jam 2 siang” bisa jadi merupakan target yang Spesifik, Measurable, Attainable, dan Timely, namun tidak Relevan. Seringkali anda membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk mencapai target: sumber daya, masukan dari Champion, dan apapun yang dapat membantu meruntuhkan tembok penghalang. Target yang relevan untuk atasan anda, tim anda, dan organisasi anda akan mendapatkan dukungan yang anda butuhkan itu.
Target yang relevan, jika tercapai, akan mendorong tim, departemen, dan organisasi lebih maju. Sebuah target yang mendukung atau selaras dengan target-target lainnya akan dianggap sebagai target yang relevan.
Sebuah target yang relevan akan memberikan jawaban ‘ya’ untuk semua pertanyaan ini:
  • Apakah target ini layak diperjuangkan?
  • Apakah target ini ada di waktu yang tepat?
  • Apakah target ini sesuai dengan kebutuhan dan target anda yang lain?
  • Apakah anda orang yang tepat untuk mengejar target ini?
TIMELY
Kata kelima menekankan pentingnya menepatkan target dengan kerangka waktu, yaitu memberikan deadline pencapaian target. Komitmen kepada deadline akan membantu tim untuk tetap fokus menjalankan pekerjaan untuk memenuhi target tepat waktu, atau bahkan lebih cepat. Ini adalah bagian dari filosofi SMART yang melindungi target dari serangan krisis sehari-hari yang biasa terjadi dalam organisasi. Target dengan tenggat waktu akan menimbulkan urgensi.
Target dengan tenggat waktu akan menjawab pertanyaan berikut:
  • Kapan?
  • Apa yang bisa saya lakukan (selesaikan) dalam 6 bulan dari sekarang?
  • Apa yang bisa saya lakukan (selesaikan) dalam 6 minggu dari sekarang?
  • Apa yang bisa saya lakukan (selesaikan) hari ini?

 

Selasa, 11 Agustus 2015

Prinsip-prinsip negosiasi

1. Tidak ada aturan dalam negosiasi
- apapaun bisa dilakukan, jadi kita harus hati2
- kita tidak bisa memaksa lawan kita bernegosiasi dengan cara yang baik.
- idealnya,  Kita harus mengenal lawan bicara kita, tipe komunikasinya, atututtude, dsb

2.  Lakukan 3 C ( Cermat, Cerdik dan Cepat)
Cermat --> janji harus spesifik, kadang butuh penasihat seperti notaris yang sudah pengalaman di bidang negosiasi itu
Cerdik --> temukan cara-cara baru

3. Lakukan negosiasi tanpa emosional
- Lakukan perencaan terlebih dahulu

4.  Jangan mudah berkata tidak dan jangan mudah menerima kata tidak
- Jika lawan berkata tidak, tanyakan kenapa tidaknya, dan tanya juga bagimana supaya jadi ia

5.  Semua dapat dinegosiasikan, tetapi tidak semua layak dinegosiasikan
- pilih2 lah hal yang perlu dinegosiasikan

6. The Power of Ngeyel, Gigih, Ngotot
- menurut survai, orang yang di tolak lebih dari 5x dengan orang yang sama, memberikan hasil 69%(?) dari total penjualan perusahaan.


Note : dicatat dari acara smart FM
Tung Desem Waringin-Smart FM

Selasa, 15 Januari 2013

Merencankan keuangan di tahun baru


Merencankan keuangan di tahun baru

Smart FM, Tung Desem Waringin

Ada empat  level perencanaan keuangan

Level 4. Berapa Pendapatan kita naik tahun ini
Level 3. Berapa besar uang yang bisa kita save tahun ini
Level 2. Berapa pasif income yg bisa kita dapatkan tahun ini
Level 1. Berapa banyak yang bisa kita berikan tahun ini
Dari atas ke bawah  menunjukan level yang paling tinggi, dan level  terbaik adalah level no-1

Untuk merubah kondisi keuangan maka ada dua cara yaitu merubah  caranya atau  merubah jenis bisnisnya

Suatu Goal itu bisa tidak masuk akal, tetapi caranya harus masuk akal sehingga gaol-nya menjadi masuk akal

Perencanaan itu haruslah
1. Belajarlah dari yg terbaik
2. Pilihlah perencaan yang kita sukai
3. Pilihlah perencanaan  yg paling mudah dan cepat

Untuk mendekati orang yang tebaik maka caranya adalah
1. Menawarkan diri untuk membantu
2. Menjual potensi yg dimilki sehingga dia tertarik kerjasama dgn kita

Selasa, 08 Januari 2013

lima karakter utama yang perlu dikuasai dan dimiliki dari kepemimpinan

Dari FB Satusnya Bang Yusman Syafii Djamal

Dalam buku Winning : The Answer yang ditulis oleh Jack & Suzy Welch ada pertanyaan dari seseorang yg berasal dr Brazil tentang Kepemimpinan. Saya sajikan disini sebagai catatan awal tahun, siapa tau bermanfaat.

Apakah Kepemimpinan itu bakat dan bawaan dari lahir atau sesuatu yang dapat dipelajari dan dilatih ?

Are Leaders Born or Made ? Is it Possible to train people to be effective leaders -- or do you think tha the best leaders are just born that way ?? (question from Brasilia, Brazil)

Wah pertanyaan yang sulit dijawab, tidak sederhana karena anda bertanya tentang pengalaman hidup bukan teori : Jawab Jack Welch.

So what's the answer ? Of couce since we are talking about real life here, it is not neat or simple.

Dari pengalaman ada lima karakter utama yang perlu dikuasai dan dimiliki dari kepemimpinan. Yakni

Pertama : Aura energi positip yang menonjol. Yakni kapasitas untuk memiliki sumber energi positip yang tak lapuk dimakan hujan tak kering kerontang dipanggang sinar matahari.

"Baik dikala senang maupun dimasa sukar ia memilki semangat dan prilaku "saya pasti mampu menaklukkannya , saya pasti dapat menyelesaikan problem itu dan saya akan bereskan urusan itu sesuai jadwal".

From our experience , the first trait of leadership is positive energy -- the capacity to encourage people by saying go-go-go with heathy vigor and an upbeat attitude through good times and bad.

Kedua adalah karakter yang dapat mengungkit prestasi orang lain terutama anak buahnya untuk mendaki gunung persoalan yang dihadapi dan mencapai puncak terbaiknya.

The second is he ability to energize others,releasing their positive energy to take any hill.

Ketiga, adalah karakter sebagai ujung tombak, pendobrak dan pendorong kemajuan. -- yakni kemampuan untuk mengajak anak buah nya mencapai cita cita yang tinggi dengan kerja sekuat tenaga.

The third trait is edge -- the ability to make tough calls, to say yes or no, not maybe.

Karakter keempat adalah sifat alamiah untuk mengerjakan sesuatu karya cipta dengan baik dan benar. Selalu mengerjakan apa yang direncanakan, dan merencanakan apa yang akan dikerjakan.

The fourth trait is the talent to execute -- very simple get things done.

Karakter kelima dan terakhir adalah Kegigihan, Daya Juang tanpa kenal kata menyerah. Never give up. Coba lagi, coba lagi. Memiliki kepercayaan akan cita cita dan keberhasilan, Bekerja dengan sepenuh hati. Dan tentu saja bagi kita yang beragama Percaya bahwa Allah Maha Besar dan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang pada segala mahluknya.

Fifth and finally, Leaders have passion. They care deeply. They sweat ; they believe.

Rabu, 12 Desember 2012

Smart FM-Belajar dari Amazon.com

Smart FM Program
Belajar dari Amazon.com

Pendiri Amazon.com adalah tokoh yang sangat fenomenal dan visioner. Jauh sebelum intenet ramai di muaka bumi ini, dia sudah punya visi bahwa kedepan akan seperti sekarang ini.

Kehebatan dari pendiri amazon.com : 
  1. Merubah culture membaca yang tadinya membeli lewat toko langsung menjadi toko online. Ini hal yang tidak mudah meningat kebiasaan di amerika, membeli buku bisa dibaca selama 1 minggu, jika tidak sudah boleh dikembalikan dan uang kembali
  2. Harus mempunyai sistem IT yang bagus, barang yang di order harus cepat sampai  sehingga management pergudangan harus sangat kuat
  3. Mengalami 7 tahun kerugian, tetapi bertahan dengan visinya dan baru tahun ke-8 menguntungkan. Moset saat ini adalah 30 milyar dollar
  4. Pencipta Ebook sebelum apple

Smart FM ; Belajar dari Zig Ziglar


By Antoni deo martin (Smart FM)

Zig Ziglar adalah motivator dalam dunia selling, dia sempat masuk tentara tetapi tidak selesai

Kelebihan dari Zig Zilgar
  1. Integritas (satu kata dan perbuatan)
  2. Kesetiaan (Tidak bertemu wanita secara pesonal atau di tempat private  kecuali ditemani keluarga atau teman wanita lain
  3. Rendah hati (setiap di lift ketemu orang, akan ditanya mau ke lantai berapa  dan di tekankan lantainya)
  4. Keramahan.  Dia mengatakan kamu boleh miskin, tidak memilik apapun, tetapi kamu bisa kasih senyum
  5. Kepekaan Dia sangat peka dengan kondisi orang lain

Kata mutiranya

"Kamu boleh miskin, tidak memilik apapun, tetapi kamu tetap bisa memberikan  senyum"

"Jika kamu keluar dan berharap mendapat teman  maka kamu akan susah mencari, tetapi jika kamu keluar untuk menjadi teman, maka kamu akan menenukan teman dimana aja"

"Orang membeli atas dasar emosi daripada pertimbangan otak"

"Selling is helping"

Smart FM-Kreatifitas Ala Wall disney

Wall Disney adalah tokoh yang sangat kreatif. Dima bisa membuat suatu yang luar biasa dan dikenang.
Tokoh kartun yang dia buat dikenal oleh hampir 2/3 dari penduduk dunia

Proses Kreatif Ala Wall Disney adalah  D R &C

D --> Dream
Impikan semau yang kita harapkan dari hidup kita, binis kita, pekerjaan kita dan hal-hal lain

R --> Ralistic 
Pada tahap ini  impian yang ingin kita capai tersbut di bikin program dan langkah-langkah untuk mewujudkanya, Pada tahapi ini sering yang awalnya tidak mungkin mejadi mungkin

C --> Critic 
Pada tahap ini fikirkan hal negatif  yang  mungkin muncul, hal yang bikin kita menjadi gagal
Dari poses C ini  dijadikan input untuk proses R dan dinalisa kembali cara supaya hal yang bikin gagal itu tidak terjadi

Jumat, 30 Januari 2009

Menjalankan bisinis mirip dengan pertandingan F1

Menjalankan bisinis mirip dengan pertandingan F1

Catatan dari Smart FM

1. Putaran dari suatu pertandingan F1 sangat banyak, menang satu lap bukan berarti menang secara keseluruhan.
-Begitupun didalam bisnis, kita jangan pernah berfikir jika kita menjalankan suatu bisnis, pada saat kita memenangkan suatu kompetisi didalam bisnis, berarti kita telah menang secara keseluruhan. Kita harus tetap mencari cara supaya selalu berada di yang terdepan.

2. Track yang dilalui bervariasi, kadang lurus kadang berkelok-kelok dan penuh tikungan.
-Begitupun dalam menjalankan bisnis. Kadang bisnis berjalan lurus,seolah-olah tanpa dikelola pun semua berjalan normal, tetap seringkali banyak cobaan, kendala dan situasi yang membuat bisnis kita seolah-olah sedang berada di tikungan dan tanjakan.

3. Untuk menang dalam perlombaan, pembalap harus menguasai mobil dan traknya. Berarti kemampuan teknisnya harus kuat, penguasaan medannya harus bagus
-Begitupun di dalam bisnis, untuk menjalankan suatu bisnis kita harus memahami medan yang akan dilalui,pengatahuannya harus bagus dan hal-hal lain yang harus diupayakan.

4. Dalam pertandingan antara pembalap dan Team Pit stop harus solid dalam bekerja (Bekerja secara team), walaupun pembalap sudah sangat cepat, tetapi jika tim pengganti ban dan isi bahan bakar lambat maka kecepatan di lapangan pun akan sia-sia, dan otomatis kalah.
-Ya...sama dengan suatu bisnis, tidak hanya marketingnya saja (pambalap) yang harus hebat, tim pendukungnya (back Office)-nya pun harus baik kinerjanya.


Untuk menghadapai tantangan di dalam bisnis maka kita harus:

1. Siapkan Mental dengan memahami prinsip2x diatas dan ubahlah strategi kita

2. Overtaking hanya terjadi di tikungan, karena tikungan memaksa mobil slowdown dan menurunkan gigi,some car slowdown more and some car slowdown less, hal itu menyebabkan adanya celah (gap) dan saat itulah waktu pembalap untuk menyusul dengan resiko kecelakaan. Si pembalap harus berani menggambil keputusan, take it or you will losse.
- Begitupun didalam bisnis, umumnya kita bisa maju kedepan ketika banyak kondisi yang menyebabkan semua perusahaan harus slowdown seperti misalnya pada saat krisis ekonomi. Disitu muncul celah kita untuk bisa lebih maju kedepan.

3 Driver yang skillfull yang umumnya menang, skill didapatkan dengan latihan berulang-ulang dan banyak latihan di track-nya, disamping itu juga dia mempelajari cara lawan berkendaraan dan hal-hal lain yang harus diupayakan.
- Sedangkan di bisnis cara latihannya itu dengan mempelajari perusahaan lain yang mempunyai bidang bisnis yang sama, skala yang sama, masalah yang kurang lebih sama.
Sekarang di internet sangat banyak infromasi, justru yang menjadi masalah adalah bagaimana kita menyeleksi informasi yang sangat banyak itu.

4. Pada saat di tikungan semua kendaraan harus slowdown dan pindah gigi. Pindah gigi rendah bearti kecepatan menurun tetap power bertambah.
-Dalam bisnis pindah gigi berarti kita harus merubah strategi.
Peluang (gap) itu ada kerena umumnya perusahaan:
- Tidak mau melucurkan produk baru --> kita luncurkan produk baru
- tidak mau stocking --> kita bikin stok banyak supaya setiap ada pesanan bisa langsung diberikan dan pemesan tidak kecewa
- menurukan budget, sehingga misalkan after sales servicenya jadi berkurang --> kita tingkatkan budget

5. Si pembalap tidak pernah jalan sendiri, ada Pit Stop. Dari 22 lap dia tidak jalan terus, harus 2 atau 3 kali masuk pit stop. Bayangkan jika pembalap berkali-kali mengambil resiko menyusul dan menang se per sekian detik dari mobil lawannya, tetapi saat masuk pit stop mobil lain cuma 10 detik dia 20 detik. Maka perjuangan pembalap ambil resiko (nyawa) berkali2x itu akan sia-sia.
- Begitupun didalam bisnis, Driver adalah seorang marketing sedangkan pit stop adalah Back office, aftersales, stoking, dll

Senin, 17 November 2008

Warren Buffett Advice

Warren Buffett menginvestasikan 25% investasinya di perusahaan2x keluarga. Hali ini dikerenakan perusahaan keluarga adalah perusahaan yang :
1. Punya in dependency of action (tidak tergantung pada market ataupun solidaritas investor)
2. Return perusahaan minimal 12 % dan sifatnya konstan
3. Perusahaan keluarga punya culture atau identitas sendiri
4. Knowledge akan di return
5. Profit akan di kembalikan ke perusahaan (re-invest) yang sifatnya jangka panjang dan digunakan untuk kemajuan perusahaan itu sendiri.