DEPAN

Sungguh, kadang kejujuran itu terasa sangat menyakitkan, tetapi katakanlah dan luruskanlah saja niatmu

Hisablah dirimu sebelum di hisab Allah dan jangalah menyibukkan diri menghisab apalagi menghisap orang lain

Memang nikmat berbagi dalam kebaikan & kebenaran (modifikasi dari KZ)

Salah satu tugas dalam hidup ini begitu sederhana, hanya bersabar dan besyukur (AFF)

Orang yang melewatkan satu hari dalam hidupnya tanpa ada suatu hak yang ia tunaikan atau suatu fardu yang ia lakukan atau kemuliaan yang ia wariskan atau pujian yang ia hasilkan atau kebaikan yang ia tanamkan atau ilmu yang ia dapatkan,maka sungguh-sungguh ia telah durhaka pada harinya dan menganiaya diri. (Dr. Yusuf Al-qardhawi)

-----------------------------

http://refleksirifa.blogspot.com/

https://rifateashahihbukhari.blogspot.com

http://www.facebook.com/ridwan.farid.3990

id.linkedin.com/pub/ridwan-farid/6/17b/164

------------------------------------

YM & Gtalk : rifa120

Rabu, 01 April 2015

Sahabat Sejati

Salah satu kenikmatan hidup adalah mempunyai sahabat yang baik. Mereka menjadi pengingat saat kita lupa dan menjadi penyemangat saat kita berkarya. Selain itu, sahabat yang baik kelak bisa menyelamatkan kita dari siksa api neraka.
Namun dalam perjalanan kehidupan, tidak semua persahabatan berjalan langgeng. Banyak yang kandas bahkan akhirnya bermusuhan. Persahabatan juga bisa menjadi “alarm” kemana arah kehidupan kita menuju. Apakah ke arah yang lebih maju atau justru terjerembab ke jurang penderitaan.
Apabila kualitas persahabatan Anda semakin baik dan juga sahabat baik Anda semakin bertambah itu “alarm” arah hidup Anda sudah tepat. Sebaliknya, Anda perlu mengenali beberapa “alarm” yang menunjukkan bahwa kualitas persahabatan dan kehidupan Anda ada yang perlu diperbaiki.
Pertama, sahabat yang sabar marah kepada Anda
Kedua, sahabat yang setia kecewa dengan Anda
Ketiga, sahabat yang beriman dan berilmu menjauh dari Anda
Apabila ketiga hal tersebut di atas menimpa Anda maka waspadalah dan segeralah perbaiki hidup Anda. Jangan sampai Anda berkata, “Ini hidup saya, mereka menjauh ya saya akan cari sahabat baru lagi.” Bila ini terjadi, saya yakin Anda tidak akan pernah punya sahabat sejati. Kualitas persahabatan Anda adalah kualitas murahan yang dibungkus dengan egoisme dan keinginan untuk selalu menang sendiri.
Salam SuksesMulia!

Note :
Dicopy dari share WA groups

Kamis, 26 Maret 2015

Kisah Kekuatan DOA dan Qiyamullail.

Kisah Kekuatan DOA dan Qiyamullail.

📒📓📘
Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H,
ia berkata :

🌿🌿🌿🌿
Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya.

Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.

Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun…

Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma.

Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak.

 Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia.

Dan yg semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…

Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali.

 Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya.
 Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati.

Akan tetapi aku menolaknya..
benar-benar aku menolak anjuran tersebut.

Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki..
💐💐💐💐
Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku.

Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya.

 Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.

Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun.

Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah.

Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya.

Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku :
Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku...

Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.

👏👏👏
Putriku bercerita :
💦💦💦💦
Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.

Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku.

 Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, "Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??"

Akupun bangun…
seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…
lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-..

Ak [truncated by WhatsApp]06:42
Aku berkata dalam do'aku,
👏👏
 "Yaa Robbiy,
Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…
Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung)..,
Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…,
Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…,
Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi)…,
Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…,
Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…,
 ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kami beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya,
dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…
Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus,
Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…
sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…

Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…"

Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh.

Tiba-tiba ada suara lirih menyeru..,
 "Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?".

Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…

Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar.

Ia barkata, "Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!".

Maka aku berkata kepadanya, "Aku ini putrimu Asmaa'".
Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.

Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : "Subhaanallahu…".

 Dokter yang lain dari Mesir berkata, "Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…". Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya.

Iapun menangis…
dan berkata,
 اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ
Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…,

demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat dluha atau tidak..??

      Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa' akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun.
 Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua.

Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…,
Yang telah menjaga putrinya…,
Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…
meskipun ia dalam keadaan koma…

Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do'a…,
sesungguhnya tidak ada yang menolak qodlo' kecuali do'a…
barang siapa yang menjaga syari'at Allah maka Allah akan menjaganya.

Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua..
dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu..
di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…

Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran),
semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…

Maka ketuklah pintu langit dengan do'a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah….
Demikianlah..

Alhamdulillahi Robbil 'Aaalamiin
(SELESAI…)
📌📌📌
          Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah…
          Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus…
          Hiaslah do'amu dengan berhusnudzon kepad [truncated by WhatsApp

Note
Share dari WA groups

SIMPLE SEDEKAH ...


SIMPLE SEDEKAH ...

Belilah beberapa buah sandal jepit plastik atau bakiak
kayu, letakkan di sekitar masjid agar para jamaah dapat
menggunakannya saat akan berwudhu.Anda akan menikmati
pahala dari setiap orang yang memakainya

Letakkanlah di jendela kamarmu segelas air atau
makanan untuk burung-burung kecil yang datang hinggap ke
sana

Sisihkanlah dari hasil upah jerih payahmu, sebagian untuk
disumbangkan kepada anak yatim

Belilah sekantong plastik kaos tangan dan kaos kaki, agar
bisa diberikan kepada para pekerja

Letakkanlah di kamarmu sebuah kotak, dimana setiap kali
kamu merasa melakukan dosa, masukan uang receh 3-5ribu
ke dalamnya, jika sudah 1 bulan, buka kotak itu dan
besedekahlah dengan uang tersebut. Lakukanlah ini setiap
bulan

Jika anda hadir dalam acara kumpul-kumpul bersama
keluarga dan kerabat, belilah ½-1 doos air mineral, niatkan
untuk sedekah kepada orang² yang butuh minum, yang sakit,
dan lainnya

Jika anda mengisi bensin atau parkir, kemudian
petugasnya
mengembalikan uang receh sisa kembalian, berikan sisa uang
itu
untuknya sebagai sedekah

Belilah mushaf (Al Quran) letakkan di salah satu masjid
dan bayangkan berapa pahala yang akan anda dapat pada
setiap huruf yang mereka baca

Berikanlah perasaan gembira kepada setiap muslim,
khususnya kepada mereka yang sedang tertimpa kesedihan

Lemparkanlah senyum kepada orang yang anda temui,
berilah salam kepada orang yang duduk dan bertuturlah
dengan ucapan yang baik karena semuanya adalah sedekah

Jangan biarkan anda tertidur, melainkan telah memaafkan
setiap orang yang telah berbuat buruk kepadamu
(menggibahi, mengadu domba dan mendzalimimu

Kirimkan pesan ini ke semua kontakmu, siapa tahu ada
orang yang mau mengamalkan ini, sehingga andapun akan
mendapatkan pahala.

Subhanallah..

Note : 
Diambil dari share WA Groups 

Minggu, 06 Juli 2014

AYAH DAN PENDIDIKAN BAGI ANAK



 dapat dari WA Groups..
------------
AYAH DAN PENDIDIKAN BAGI ANAK

Oleh: Papapnya Shiddiq, Iqbal dan Luqman  
(soenaria@yahoo.de)
Siapapun yang prihatin dengan situasi Indonesia saat ini boleh jadi tertarik dengan ide Ivan Illich dan Totto Chan. Ivan Illich menggagas ide tentang Deschooling Society/masyarakat yang bebas dari sekolah (1971). Menurutnya, sekolah (SD hingga Perguruan Tinggi) sebagai institusi sosial gagal mewujudkan keadilan sosial dan iklim egaliter di masyarakat. Sekolah malah memperkuat struktur ketidakadilan. Yang kuat semakin kuat, dan yang lemah semakin lemah. Sekolah juga gagal dalam membangun dan mengawal moral sosial. Oleh karenanya Ivan Illich  menganjurkan sebuah reformasi pendidikan tanpa kehadiran sekolah. Totto Chan, sebaliknya, tidak anti sekolah. Ia justru dengan pengalaman riil hidupnya menganjurkan sebuah sekolah yang bebas (1981), sekolah yang melakukan fungsi humanisasi dan pencerahan kepada peserta didik, hingga mampu menjadi penggerak positif perubahan sosial di masyarakatnya.
Dua (2) pesan moral yang dapat saya petik dari keduanya: (1) Sebagai orang tua, saya seyogianya memilih dengan cermat sekolah yang akan menjadi tempat belajar bagi anak-anak. Sekolah yang bebas menurut Totto Chan, dalam pengertian: kondusif menjadi tempat anak-anak mengekslorasi potensi fisik-intelektual-spiritual nya, kondusif menjadi tempat untuk berkontemplasi memahami alam sekitar dan situasi sosial masyarakat seraya mengidentifikasi peran sosial dirinya dan arah perubahan sosial yang seharusnya dituju. (2) Sebagai orang tua, saya bertanggung jawab untuk tidak 100% menyerahkan proses pendidikan anak-anak kepada sekolah. Proses pembentukan karakter (character building) dan peningkatan kemampuan belajar (learning how to learn) dalam porsi yang besar tetap menjadi tanggung jawab orang tua, paling tidak hingga anak berusia 18 tahun. Sehingga saat anak-anak berkiprah di masyarakat, kekhawatiranIvan Illich tidak perlu terjadi. Anak-anak akan menjadi rahmatan lil alamin, menjadi bagian dari solusi dan bukan bagian dari masalah. Progresif turut andil dalam perubahan sosial dan bukan konservatif mempertahankanstatus quo.
Masalahnya, karena 2 pesan moral tersebut adalah pernyataan normatif, bagaimana mengeksekusinya dalam kenyataan? Bagaimana ayah dapat berperan didalamnya? 

Peran Ayah Bagi Pengembangan Diri Anak

Beberapa bulan sebelum kami menikah di tahun 2000, kami memperoleh pelatihan menjadi orang tua yang baik. Dijelaskan dalam pelatihan tersebut, tugas orang tua bila disederhanakan ada tiga: 1. Bercerita kepada anak, 2. Mengajak anak bermain, dan 3. Menjawab pertanyaan anak. Sepanjang 11 tahun perjalanan kami mencoba mengamalkannya, peran ayah tidak bisa dihilangkan, bahkan sama pentingnya dengan peran ibu. Peran ayah adalah komplementer, dan bukan substitusi dari peran ibu. Adatiga tantangan yang saya hadapi sebagai ayah untuk melakukan 3 tugas tersebut diatas, yakni membagi waktu, membagi konsentrasi, dan mengembangkan diri sendiri
Membagi waktu berarti ayah harus mengalokasikan waktu dalam keseharian hadir secara fisik untuk bercerita kepada anak, untuk mengajak anak bermain dan untuk menjawab pertanyaan anak. Tidak mudah karena dalam tuntutan pekerjaan di kantor, seringkali harus lembur hingga malam hari dan berangkat kembali ke kantor di pagi hari. Solusinya memaksa diri untuk mengatur ritme pekerjaan di kantor, merasa cukup dengan cashflowyang diterima dengan ritme pekerjaan yang adjusted tersebut, dan tidak terpancing untuk mencari tambahancashflow yang berkonsekuensi berkurangnya waktu untuk anak. Dalam eksekusi solusi tersebut tetap saja ada godaan berupa tuntutan ekonomi yang terus meningkat  serta pola hidup konsumerisme dan hedonis yang menggejala di masyarakat kita. Dialog yang terbuka dan partisipatif dengan anak dapat mengurangi godaan tersebut.
Membagi konsentrasi lebih sulit daripada mengalokasikan waktu. Karena selain hadir secara fisik untuk anak, pikiran dan emosi kita juga harus hadir secara penuh disana. Tidak jarang saat kita sedang bersama anak, ada panggilan telpon dari kolega/atasan kantor, atau bahkan kita terlihat melamun dan ditegur anak karena dianggap tidak sungguh-sungguh. Dapat dipastikan saat itu kita sedang memikirkan pekerjaan kantor atau amanah sosial lainnya. Istri saya pernah berpendapat bahwa walaupun waktu yang tersedia untuk anak sedikit yang penting kualitas interaksinya, ketimbang waktu yang banyak namun kualitas interaksinya rendah. Kualitas interaksi menuntut konsentrasi. Kendala berikutnya untuk konsentrasi adalah keletihan fisik dan pikiran seusai pulang dari tempat kerja. Sering saya sempatkan relaksasi sekitar 30 menit dikantor sebelum pulang agar tetap tampil segar dihadapan anak saat tiba di rumah. Tentu makanan yang sehat/cukup, shalat khusyuk dan membaca Al Quran yang teratur akan membantu kemampuan konsentrasi kita.
Kebutuhan untuk mengembangkan diri paling terasa saat kita melakukan tugas sebagai ayah dalam menjawab pertanyaan anak. Sering saya tidak bisa secara spontan menjawab pertanyaan anak dan membutuhkan waktu untuk mencari jawabannya. Kita merasakan kebutuhan untuk terus memperluas wawasan serta memperbaiki perilaku keseharian kita agar nilai-nilai yang kita sampaikan pada anak, saat bercerita-bermain- menjawab pertanyaan, memperoleh validasinya dalam pikiran dan perbuatan kita sehari-hari yang dapat dengan mudah diobservasi oleh anak.
Pada intinya, tiga tugas tersebut akan secara strategis membentuk kecerdasan anak, baik kecerdasan fisik, kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritual. Contohnya dalam kecerdasan fisik anak, ayah dapat berperan dalam pengembangan motorik kasar, sementara ibu dalam pengembangan motorik halus. Untuk kecerdasan spiritual ayah dapat berperan dalam pengamatan anak atas fenomena sosial diluar rumah, sementara ibu dalam pengamatan detail atas fenomena keseharian didalam rumah.   


Penelitian empiris yang dilakukan Slameto (2002) menunjukkan bahwa peran ayah sangat berhubungan dengan prestasi anaknya di sekolah. Beliau membuat kategori peran ayah sebagai provider, ayah sebagai problem solver, ayah sebagai pendidik dan ayah sebagai teladan. Keempat kategori tersebut terbukti berhubungan erat dengan prestasi akademik anak di sekolah dan menurunnya kemungkinan keterlibatan anak dalam kenakalan anak/remaja (misalnya perkelahian massal, narkoba dan seks bebas).   

Insentif Bagi Ayah Dalam Sistem Sosial Kita

Apapun yang dilakukan para ayah di Indonesia untuk mengoptimalkan perannya dalam mendidik anak, sangat dipengaruhi oleh sistem sosial yang berjalan di Indonesia. Kualitas peran ayah dalam pengembangan diri anak dapat ditingkatkan secara mikro dalam rumah tangga kita masing-masing, dan juga dapat distimulus oleh desain sistem sosial di masyarakat/negara kita. Beberapa contoh yang telah dilakukan beberapa negara berikut ini dapat menjadi inspirasi bagi kita dalam merumuskan kebijakan dan desain strategi kebudayaan kita di Indonesia dalam memandang keluarga dan masyarakat:    

1.     Mulai tahun 2002, pemerintah federal Jerman dengan gencar mengkampanyekan slogan baru Karriere und Familie(Karir dan Keluarga) menggantikan slogan lama yang puluhan tahun menginspirasi semua orang di Jerman Karriere oder (Karir atau Keluarga). Slogan ini dikampanyekan di berbagai media (televisi, radio, majalah, baligo di jalan-jalan dan tempat umum, dalam pidato-pidato politik kanselir, para menteri dan anggota parlemen). Dengan slogan ini ada gerakan sosial sistematis yang mengharmonisasikan karir profesional dan kesejahteraan keluarga.

2.     Beberapa perusahaan Jerman telah menerapkan kebijakan 2 orang manajer di posisi yang sama. Contohnya di Siemens pernah terjadi manajer sumber daya manusia ada 2 orang. Katakan saja si A dan si B. Si A menjadi manajer berkantor sejak Senin 08.00 hingga rabu 11.30. Sementara si B menjadi manajer di posisi yang sama berkantor sejak rabu 13.00 hingga Jumat 17.00. Gajinya tentu saja dibagi dua. Namun bila gaji yang dibagi dua tersebut secara nominal berada di bawah kebutuhan minimal keluarganya (sesuai standar hidup yang tinggi oleh negara), maka negara akan memberikan tunjangan sosial baginya. Dengan demikian dari total jam kerja perminggu sebanyak 38 jam, si A dan si B masing-masing dapat mengalokasikan waktu 19 jam untuk berada di rumah hadir untuk anak-anaknya. Itu diluar libur akhir pekan dan libur nasional.   
3.     Di setiap tempat kerja di Jerman (swasta maupun pemerintah) seorang pekerja wanita yang sedang mengandung anak, diberikan hak untuk mengambil cuti bersalin  3 bulan, dan dilanjutkan setelah itu dengan cuti membesarkan anak selama 2 tahun. Saat ibu tersebut kembali bekerja, ada jaminan di tempat kerjanya posisi jabatan dan besaran gaji yang minimal sama dengan posisi dan besaran gaji yang diterimanya saat mengambil cuti.   
4.     Di Islandia (hal ini menjadi model percontohan bagi Uni Eropa), seorang ayah yang memiliki istri sah dari pernikahan (bukan dari hidup bersama) dan memiliki anak dari pernikahan tersebut, akan memperoleh hak dari tempat kerjanya sebagai berikut: Sang ayah dapat mengambil cuti 3 bulan dalam satu tahun untuk menemani anak-anaknya. Sang ibu dapat mengambil cuti ditempat kerjanya 3 bulan untuk menemani anak-anaknya (tidak diwaktu yang sama dengan cuti suaminya), dan diluar itu keduanya dapat mengambil cuti 3 bulan bersama-sama diwaktu yang sama untuk menemani anak-anaknya. Dengan demikian seorang anak di Islandia dalam setiap tahun dapat bersama ayahnya around the clock selama 3 bulan, dapat bersama ibunya around the clock selama 3 bulan, dapat bersama ayah ibunya around the clock selama 3 bulan.   
Ketika ada yang bertanya, apakah kebijakan semacam itu dapat menurunkan produktivitas dan daya saing nasional negara-negara tersebut di dunia? Jawabannya ada tiga. 

Pertama, terbukti secara empiris Jerman menempati urutan ke-5  negara di dunia dengan daya saing tertinggi (WEF, 2011). 
Kedua, bagi Jerman dan Islandiakeseimbangan hidup lebih penting daripada pertumbuhan ekonomi. Paradigma keseimbangan dan keberlanjutan telah menggeser paradigma pertumbuhan dalam strategi kebudayaan masyarakat Jerman dan Islandia. 
Ketiga, sebagaimana janji Allah SWT dalam Islam, Jerman dan Islandia percaya bahwa keseimbangan hidup yang baik dan berkelanjutan dapat menjamin pertumbuhan ekonomi yang sehat.  Saya percaya bila mayoritas penduduk Jerman dan Islandia adalah muslim, maka peluang mereka untuk menghasilkan anak-anak yang shalih dengan implementasi kebijakan-kebijakan tersebut akan lebih besar daripada negara-negara lain.
Izinkan saya menutup tulisan ini dengan satu refleksi: Untuk membuat anak-anak kita menjadi anak-anak yang shalih, kita sebagai ayah nampaknya harus terlebih dulu jadi ayah yang shalih. Negara dapat membantu dengan desain insentif sosial. Keep trying, keep praying. Fastabiqul khairat.



Bandung, 8 Februari 2011       

Selasa, 03 Juni 2014

Sunda Land-bakti Sosial-Wahana Sunda-Pegelaran LSS ITB 2014



 

Latar Belakang
Generasi muda Indonesia merupakan modal yang sangat diandalkan oleh bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Sehingga mereka harus dibekali pengetahuan serta keterampilan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan.
Salah satu generasi muda bangsa ini adalah anak-anak panti asuhan. Sayangnya, masih banyak anak panti asuhan yang kurang dibekali pengetahuan serta keterampilan yang cukup. Untuk itu, Lingkung Seni Sunda Institut Teknologi Bandung (LSS ITB), bermaksud mengadakan Agenda Badag LSS ITB 2014.
Agenda Badag LSS ITB 2014 merupakan rangkaian kegiatan bakti sosial, sebagai wujud perhatian dan kepedulian LSS terhadap anak-anak panti asuhan. Pada kegiatan ini, LSS akan memberikan keterampilan-keterampilan dasar yang menjadi bekal bagi kehidupan mereka kelak. Kemampuan keterampilan tersebut akan mereka aktualisasikan melalui sarana yang telah kami sediakan yaitu pada acara Sundaland.

 


Sejuta senyum dari kita semua | Sejuta senyum untuk tanah sunda
Dalam acara bakti sosial ini, LSS ITB akan memberikan keterampilan berupa sains dasar kepada anak-anak usia SMP dan SMA, yang bertema kebudayaan dan kesenian sunda . Di akhir kegiatan ini, anak-anak panti asuhan akan mendemonstrasikan karyanya kepada masyarakat.

Pengajaran

Gelombang | Suling

Anak-anak panti asuhan diberikan materi mengenai gelombang dan pendalaman materi gelombang suara hingga pada akhirnya anak-anak panti asuhan bisa menentukan panjang suling yang harus dibuat untuk mendapatkan frekuensi tertentu sehingga mendapatkan nada yang diinginkan. Suling yang akan dibuat merupakan suling tanpa lubang dan hanya mengeluarkan satu nada dalam nada diatonis yang nantinya akan diaktualisasikan dengan cara anak-anak panti asuhan memainkan suling tersebut dengan cara bermain angklung.

Gaya Sentripetal | Panggal (Gasing)

Anak-anak panti asuhan diberikan pendalaman materi mengenai gaya sentripetal dari suatu benda hingga pada akhirnya anak-anak panti asuhan bisa menentukan gaya sentripetal dari gasing.

Fermentasi | Tape/Peuyeum

Anak-anak panti asuhan diberikan materi mengenai jamur fermentasi hingga pada akhirnya anak-anak panti asuhan bisa mengerti kegunaan dari suatu jamur untuk fermentasi. Anak-anak panti asuhan akan diajari cara membuat tape/peuyeum dengan menggunakan fermentasi suatu jamur sehingga pada akhirnya anak-anak panti asuhan dapat mengaplikasikan materi fermentasi dalam membuat tape/peuyeum.


SUNDALAND


Sundaland merupakan rangkaian akhir dari Agenda Badag LSS ITB 2014 yang bertujuan sebagai sarana aktualisasi bagi panti asuhan dan wargi LSS. Acara ini mengambil tema “Kebudayaan dan Sains” yang menitik beratkan ke faktor kebudayaannya, dan kebudayaan yang dimaksud adalah budaya sunda, adapun segi dari kebudayaan sunda yang akan diangkat adalah permainan (kaulinan) sunda, makanan sunda dan kesenian sunda.
Bentuk aktualisasinya adalah lewat sebuah wahana dan pagelaran yang telah di atur menjadi sebuah alur cerita. Baik wahana maupun pagelaran akan menjadi suatu rangkaian dengan pagelaran merupakan acara puncaknya.
Sundaland  bercerita tentang sebuah desa yang sedang mengadakan sayembara pencarian harta karun. Pengunjung bertindak sebagai pencari harta karun dan wargi LSS sebagai tuan rumah. Wahana menjadi tantangan bagi pencari harta karun dan pagelaran merupakan acara puncak sebagai sarana sukuran atas ditemukannya harta karun dan perayaan bagi semua pengunjung yang telah hadir.

WAHANA SUNDALAND

Tanggal : 14 Juni 2014
Open Gate : 13.00
@Institut Teknologi Bandung

MALAM PAGELARAN

Tanggal : 14 Juni 2014
Open Gate: 18.30
@Institut Teknologi Bandung

Wahana

Makanan

  1. Tutug Oncom
  2. Nasi Bakar
  3. Surabi
  4. Colenak
  5. Awug
  6. Sampeu Wedang
  7. Cendol
  8. Es Goyobod
  9. Bandrek
  10. Bajigur

Kaulinan

  1. Panggal (Gasing)
  2. Boy Bowling
  3. Kaleci
  4. Labirin
  5. Aing Rieut

Pagelaran

Kasenian

  1. Upacara Bubuka
  2. Kapsulwih (Kacapi Suling Kawih)
  3. Tari Merak
  4. Rampak Kendang
  5. Tari Jaipong Langit Biru
  6. Longser : “Kaseleg Caleg”