DEPAN

Sungguh, kadang kejujuran itu terasa sangat menyakitkan, tetapi katakanlah dan luruskanlah saja niatmu

Hisablah dirimu sebelum di hisab Allah dan jangalah menyibukkan diri menghisab apalagi menghisap orang lain

Memang nikmat berbagi dalam kebaikan & kebenaran (modifikasi dari KZ)

Salah satu tugas dalam hidup ini begitu sederhana, hanya bersabar dan besyukur (AFF)

Orang yang melewatkan satu hari dalam hidupnya tanpa ada suatu hak yang ia tunaikan atau suatu fardu yang ia lakukan atau kemuliaan yang ia wariskan atau pujian yang ia hasilkan atau kebaikan yang ia tanamkan atau ilmu yang ia dapatkan,maka sungguh-sungguh ia telah durhaka pada harinya dan menganiaya diri. (Dr. Yusuf Al-qardhawi)

-----------------------------

http://refleksirifa.blogspot.com/

https://rifateashahihbukhari.blogspot.com

http://www.facebook.com/ridwan.farid.3990

id.linkedin.com/pub/ridwan-farid/6/17b/164

------------------------------------

YM & Gtalk : rifa120

Kamis, 23 April 2015

IKHLAS ITU

 ๐Ÿ€ IKHLAS ITU ๐Ÿ€
menentukan diterima atau tidak diterimanya aktivitas kita sebagai ibadah,
Karenanya pastikan ia senantiasa menyertai setiap aktivitas kita

๐Ÿ€Ikhlas itu…. Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.
๐Ÿ€ Ikhlas itu… Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.
๐Ÿ€ Ikhlas itu… Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.
๐Ÿ€ Ikhlas itu… Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.
๐Ÿ€ Ikhlas itu… Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.
๐Ÿ€ Ikhlas itu… ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisimu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.
๐Ÿ€ Ikhlas itu.. ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.
๐Ÿ€ Ikhlas itu… ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.
๐Ÿ€ Ikhlas itu… ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika ketinggalan mendorongmu mempercepat kecepatan.
๐Ÿ€ Ikhlas itu… ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.
๐Ÿ€ Ikhlas itu… ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan
jiwa besar, ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta.
๐Ÿ€ Ikhlas itu…. Gampang diucapkan, sulit diterapkan….. namun tidak mustahil diusahakan….
๐Ÿ€ Ikhlas itu... Seperti surat Al Ikhlas.. Tak ada kata ikhlas di dalamnya...





Note : Copas dari group WA



Senin, 20 April 2015

7 MACAM PERSAHABATAN, TAPI HANYA 1 TERSISA SAMPAI AKHIRAT

7 MACAM PERSAHABATAN, TAPI HANYA 1 TERSISA SAMPAI AKHIRAT

1. “Ta’aruffan” , adalah persahabatan yang terjalin karena pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM, bioskop dan lainnya.

2. “Taariiihan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kost bersama, diklat bersama dan sebagainya.

3. “Ahammiyyatan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada maunya dan sebagainya.

4. “Faarihan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor hobbi, seperti teman futsal, badminton, berburu, memancing, dan sebagainya.

5. “Amalan”, adalah persahabatan yang terjalin karena satu profesi, misalnya sama-sama dokter, guru, dan sebagainya.

6. “Aduwwan”, adalah seolah sahabat tetapi musuh, di depan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya, “Bila engkau memperoleh nikmat, ia benci, bila engkau tertimpa musibah, ia senang” (QS 3:120).
Rasulullah mengajarkan doa, “Allahumma ya Allah selamatkanlah hamba dari sahabat yang bila melihat kebaikanku ia sembunyikan, tetapi bila melihat keburukanku ia sebarkan.”

7. “Hubban Iimaanan”, adalah sebuah ikatan persahabat yang lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karena ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam-diam dipenghujung malam, ia do'akan sahabatnya.
Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta’ala.

Dari ke 7 macam persahabatan diatas, 1 – 6 akan sirna di Akhirat, yang tersisa hanya ikatan persahabatan yang ke 7, yaitu persahabatan yang dilakukan karena Allah (QS 49:10),
“Teman2 akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yang lain, kecuali persahabatan karena Ketaqwaan” (QS 43:67).
Selalu saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.
Barakallahu Fikum

MANUSIA SEPERTI SEBUAH BUKU

MANUSIA SEPERTI SEBUAH BUKU.... (*)

Cover depan adalah tanggal lahir...
Cover belakang adalah tanggal kematian.

Tiap lembarnya, adalah tiap hari dlm hidup kita & apa yg kita lakukan.

Ada buku yg tebal,
ada buku yg tipis.

Ada buku yg Menarik dibaca,
ada yg sama sekali tidak menarik.

Sekali tertulis, ga akan pernah bisa di'Edit' lagi.

Tapi hebatnya,
seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih.., baru & tiada cacat...

Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin,
Allah selalu menyediakan hari yg baru untuk kita.

Kita selalu diberi kesempatan baru u/ melakukan sesuatu yg benar dlm hidup kita setiap harinya.

Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita & melanjutkan alur cerita kedepannya sampai saat usia berakhir, yg sudah ditetapkanNYA.

Terima kasih ya Rabb.. utk hari yg baru ini..

Syukuri hari ini....
& isilah halaman buku kehidupanmu dgn hal2 yg baik semata..

Dan, jangan pernah lupa, untuk selalu bertanya kepada Allah, tentang apa yg harus ditulis tiap harinya.

Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai, kita dapati diri ini sebagai pribadi yg berkenan dihadapanNYA.

& Buku kehidupan itu layak u/ dijadikan teladan bagi anak2 kita & siapapun setelah kita nanti.

Selamat menulis di buku kehidupanmu,

Menulislah dgn tinta cinta dan kasih sayang, serta pena keBijaksanaan.

Aku berdoa dan berharap :
"agar Allah selalu menyertai setiap langkahmu & langkah kita"

..........karena........
Allah Tidak pernah menJanjikan bahwa

Langit itu selalu biru,
Bunga selalu mekar,
& Mentari selalu bersinar..

Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu :

Memberi pelangi di setiap badai,
Senyum di setiap air mata,
Berkah di setiap cobaan,
& Jawaban di setiap Do'a.

Jangan pernah meNyerah,
Teruslah berJuanglah...

Semoga Amal² keBaikan selama Hidup membuat kita meNutup Lembaran (keHidupan) dgn putih Bersih... ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

note : Copas dari WA groups

Cara Masuk Surga Sekeluarga

Cara Masuk Surga Sekeluarga...

☁⛅☀☁⛅☀☁⛅

Oleh Ustadz Bachtiar Nasir

๐Ÿฒ1. Coba suatu hari ingatkan seluruh anggota keluarga begini;
"Kita kerjasama agar masuk surga sekeluarga yuk?"

๐Ÿก2. Bagaimana caranya?
 Lihat surat Ath Thur 25-26.

"Para penghuni Surga membocorkan rahasianya bagaimana cara masuk Surga sekeluarga. Mau tau?"

๐Ÿณ3. Ceritanya penghuni Surga saling bercengkrama berhadap-hadapan, masing-masing bertanya jawab bagaimana keluarga kalian dulu, koq bisa masuk Surga?

๐Ÿซ4. Jawabnya seragam;
"Kami bisa masuk Surga karena dulu di Dunia, dikeluarga kami saling mengingatkan satu sama lain tentang siksa pedih Neraka".

๐Ÿ›5. Karenanya Visi rumah tangga orang beriman adalah:
"Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa Neraka"
(At Tahrim; 6).
Ya Rabb, bagus!.

๐Ÿ”6. Rumahku Surgaku, akan terjadi jika masing-masing anggota keluarga memelihara dirinya dan mengingatkan anggota keluarga lainnya dari siksa Neraka.

๐Ÿ•7. Siapa yang tak sedih jika ada salah seorg anggota keluarganya (ayah, ibu, kakak atau adik) terjerumus ke lingkungan siksa "Neraka"?.

๐Ÿฎ8. Setiap anggota keluarga pasti sangat sedih jika Bahtera Keluarga pecah dan karam akibat terpaan gelombang kehidupan dunia yang mematikan.

๐Ÿฆ9. Agar masuk Surga sekeluarga, ingatkan anggota keluarga kita yang sedang khilaf berbuat dosa atau lalaikan perintah Allah, jangan dibiarkan.

๐Ÿฐ10. Jangan kecewa kalau peringatan kita diabaikan, atau malah dilecehkan, karena dakwah di tengah keluarga kadang lebih berat, jangan lupa doakan.

๐ŸŸ11. Nabi Nuh as tak pernah bosan mengingatkan anaknya yg tersesat, Nuh as terus mendoakannya sampai akhirnya Allah tenggelamkan Kan'an.

๐Ÿœ12. Nabi Luth as tak pernah berhenti memperingatkan isterinya yang membangkang, sampai akhirnya Allah binasakan isterinya bersama kaum Sodom.00:42
๐Ÿธ13. Asiah binti Muzahim, tertatih -tatih peringatkan suaminya Fir'aun, konsisten mendidik Masyithah & Musa as, akhirnya Asiah yang dibunuh Fir'aun.

๐Ÿž14. Habil tak pernah takut mengingatkan dan menasehati kakaknya Qabil, rasa iri dan dengki berkecamuk sampai akhirnya Habil dibunuh Qabil.

๐Ÿจ15. Agar bisa masuk Surga sekeluarga perlu perjuangan dan pengorbanan yang besar, selain itu kesabaran dan konsistensi juga harus dilakukan.

๐Ÿง16. Ingatkan suami agar bekerja ditempat yang halal, jangan bawa pulang penghasilan yg haram, krn akan jadi bahan bakar neraka Rumah Tangga.

๐Ÿน17. Ingatkan isteri agar memperhatikan Pola Konsumsi Halal untuk keluarga, anak-anak akan susah diajak taat dan ibadah jika mengkonsumsi yang haram.

๐Ÿท18. Ingatkan anak-anak bahwa bahan bakar Neraka adalah Batu dan Manusia, jangan sampai salah seorang dari kita jadi bahan bakarnya Neraka.

๐Ÿง19. Ceritakan bahwa penjaga Neraka adalah Para Malaikat Perkasa yang kuat dan kasar, mereka tak pernah khianati Allah & pasti laksanakan perintahNYA.

☕Semoga bermanfaat buat kita dan keluarga kita masing-masing

note : Copas dari WA group

Selasa, 07 April 2015

KEUTAMAAN SHALAT TEPAT WAKTU


KEUTAMAAN SHALAT TEPAT WAKTU

AWAL shalat ditandai dengan berkumandangnya azan, tetapi pasar, kantor, terminal serta tempat-tempat lain masih saja hiruk pikuk dipenuhi umat muslim. Mereka tidak bergegas memenuhi panggilan azan ini, bahkan ada juga yang melalaikan shalat lima waktu. Menunaikan shalat tepat waktu berarti melatih diri untuk disiplin.

Bila kita mulai dari disiplin shalat, maka kita akan terbiasa melakukan disiplin-displin dalam kegiatan lainnya. Shalat tepat waktu bisa menjadi ukuran disiplin bagi seorang muslim.

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :

“…Seandainya orang-orang mengetahui pahala azan dan barisan (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhari).

Keutamaan shalat tepat waktu juga bisa menjadikan seseorang lembut hati dan dikaruniai kesehatan. Untuk Shalat Isya’ Nabi biasa mengerjakannya pada sebagian besar waktu malam.

“Telah bersabda Rasulullah saw.”Sekiranya tidak memberatkan umatku, tentu aku suruh mereka mengundurkan isya hingga sepertiga atau seperdua malam.” (HR.Ahmad, Ibnu Majah,Tirmizi).

Pesan Khalifah Usman bin Affan ra:

“Orang-orang yang memelihara shalat lima waktu dan mengerjakannya tepat pada waktunya, maka Insya Allah, Allah akan memuliakan orang itu dengan sembilan macam kemuliaan:

1. Dicintai Allah
2. Badannya senantiasa sehat
3. Dijaga oleh Malaikat
4. Diturunkan berkah untuk rumahnya
5. Mukanya akan kelihatan tanda orang yang shaleh
6. Allah akan melembutkan hatinya
7. Dapat melalui jembatan Shiratal Mustaqim layaknya seperti kilat
8. Akan diselamatkan dari api neraka
9. Allah akan menempatkannya ke dalam golongan orang-orang yang tidak takut dan bersedih. [ziemens islam]


Note : Copas dari WA groups

Senin, 06 April 2015

Surat Cinta Tentang Sholat

Surat Cinta Tentang Sholat

๐Ÿ’Bila engkau anggap solat itu hanya penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.
๐Ÿ’Bila kau anggap solat hanya sebuah kewajipan, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya..


๐Ÿ’ŽAnggaplah solat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu.
๐Ÿ’ŽAnggaplah solat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah swt.
๐Ÿ’ŽAnggaplah solat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah swt.
๐Ÿ’ŽAnggaplah solat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi.


๐ŸŒŸBayangkan ketika "azan berkumandang", tangan Allah melambai ke depanmu untuk mengajak kau lebih dekat dengan-Nya.
๐ŸŒŸBayangkan ketika kau" takbir", Allah melihatmu, Allah senyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu.
๐ŸŒŸBayangkanlah ketika "rukuk", Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakan damai dalam sentuhan-Nya.
๐ŸŒŸBayangkan ketika "sujud", Allah mengelus kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut di kedua telingamu: "Aku Mencintaimu hambaKu".
๐ŸŒŸBayangkan ketika kau "duduk di antara dua sujud", Allah berdiri gagah di depanmu, lalu mengatakan : "Aku tak akan diam apabila ada yang mengusikmu".
๐ŸŒŸBayangkan ketika kau memberi "salam", Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu...Subhanallah sungguh nikmat solat yg kita lakukan.


Tidak sia2 yg menyebarkan nya,
Tidak rugi org yg membacanya,
Beruntunglah org yg mengamalkannya.

Semoga bermanfaat

@salafMUHAMMAD


Note : copas dari WA group

Minggu, 05 April 2015

TERNYATA CUMA 1,5 JAM SAJA KITA HIDUP DI DUNIA INI

TERNYATA CUMA 1,5 JAM SAJA KITA HIDUP DI DUNIA INI
Bismillahirrohmanirrohim...

Mari kita lihat berdasarkan Al-Qur'an sebagai sumber kebenaran absolut.
1 hari akhirat = 1000 tahun ..
24 jam akhirat = 1000 tahun ..
3 jam akhirat = 125 tahun ..
1,5 jam akhirat = 62,5 tahun ..
Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70
tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari
langit hanyalah 1,5 jam saja.
Pantaslah kita selalu diingatkan masalah waktu.
Ternyata hanya satu setengah jam saja yang
akan menentukan kehidupan abadi kita kelak,
hendak di Surga atau Neraka.
(QS. 35:15, 4:170)
Cuma satu setengah jam saja cobaan
hidup, maka bersabarlah. (QS. 74:7, 52:48,39:10)
Demikian juga hanya satu setengah
jam saja kita harus menahan nafsu dan
mengganti dengan sunnah-Nya. (QS. 12:53, 33:38)
"Satu Setengah Jam" sebuah perjuangan yang teramat singkat dan Allah akan mengganti
dengan surga Ridha Allah. (QS.9:72, 98:8, 4:114)
Maka berjuanglah untuk mencari bekal
perjalanan panjang nanti. (QS. 59:18, 42:20, 3:148, 28:77)
Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (dibumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu
sesungguhnya mengetahui." (QS. 23:114)
Ya Allah,
Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak,
berkahilah kami,
ramahtilah kami,
berikanlah kami hidayah-Mu
agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat.
Aamiin ya Rabbal'alamin.

Note : Dapat dari Share Email.. bukan tulisan sendiri

Rabu, 01 April 2015

Sahabat Sejati

Salah satu kenikmatan hidup adalah mempunyai sahabat yang baik. Mereka menjadi pengingat saat kita lupa dan menjadi penyemangat saat kita berkarya. Selain itu, sahabat yang baik kelak bisa menyelamatkan kita dari siksa api neraka.
Namun dalam perjalanan kehidupan, tidak semua persahabatan berjalan langgeng. Banyak yang kandas bahkan akhirnya bermusuhan. Persahabatan juga bisa menjadi “alarm” kemana arah kehidupan kita menuju. Apakah ke arah yang lebih maju atau justru terjerembab ke jurang penderitaan.
Apabila kualitas persahabatan Anda semakin baik dan juga sahabat baik Anda semakin bertambah itu “alarm” arah hidup Anda sudah tepat. Sebaliknya, Anda perlu mengenali beberapa “alarm” yang menunjukkan bahwa kualitas persahabatan dan kehidupan Anda ada yang perlu diperbaiki.
Pertama, sahabat yang sabar marah kepada Anda
Kedua, sahabat yang setia kecewa dengan Anda
Ketiga, sahabat yang beriman dan berilmu menjauh dari Anda
Apabila ketiga hal tersebut di atas menimpa Anda maka waspadalah dan segeralah perbaiki hidup Anda. Jangan sampai Anda berkata, “Ini hidup saya, mereka menjauh ya saya akan cari sahabat baru lagi.” Bila ini terjadi, saya yakin Anda tidak akan pernah punya sahabat sejati. Kualitas persahabatan Anda adalah kualitas murahan yang dibungkus dengan egoisme dan keinginan untuk selalu menang sendiri.
Salam SuksesMulia!

Note :
Dicopy dari share WA groups

Kamis, 26 Maret 2015

Kisah Kekuatan DOA dan Qiyamullail.

Kisah Kekuatan DOA dan Qiyamullail.

๐Ÿ“’๐Ÿ““๐Ÿ“˜
Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H,
ia berkata :

๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ
Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya.

Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.

Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun…

Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma.

Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak.

 Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia.

Dan yg semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…

Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali.

 Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya.
 Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati.

Akan tetapi aku menolaknya..
benar-benar aku menolak anjuran tersebut.

Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki..
๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’
Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku.

Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya.

 Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.

Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun.

Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah.

Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya.

Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku :
Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku...

Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.

๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘
Putriku bercerita :
๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ
Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.

Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku.

 Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, "Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??"

Akupun bangun…
seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…
lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-..

Ak [truncated by WhatsApp]06:42
Aku berkata dalam do'aku,
๐Ÿ‘๐Ÿ‘
 "Yaa Robbiy,
Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…
Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung)..,
Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…,
Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…,
Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi)…,
Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…,
Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…,
 ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kami beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya,
dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…
Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus,
Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…
sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…

Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…"

Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh.

Tiba-tiba ada suara lirih menyeru..,
 "Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?".

Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…

Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar.

Ia barkata, "Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!".

Maka aku berkata kepadanya, "Aku ini putrimu Asmaa'".
Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.

Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : "Subhaanallahu…".

 Dokter yang lain dari Mesir berkata, "Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…". Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya.

Iapun menangis…
dan berkata,
 ุงู„ู„ู‡ُ ุฎُูŠْุฑًุง ุญًุงูِุธًุง ูˆَู‡ُูˆَ ูŠَุชَูˆَู„َّู‰ ุงู„ุตَّุงู„ِุญِูŠْู†َ
Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…,

demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat dluha atau tidak..??

      Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa' akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun.
 Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua.

Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…,
Yang telah menjaga putrinya…,
Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…
meskipun ia dalam keadaan koma…

Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do'a…,
sesungguhnya tidak ada yang menolak qodlo' kecuali do'a…
barang siapa yang menjaga syari'at Allah maka Allah akan menjaganya.

Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua..
dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu..
di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…

Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran),
semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…

Maka ketuklah pintu langit dengan do'a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah….
Demikianlah..

Alhamdulillahi Robbil 'Aaalamiin
(SELESAI…)
๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ๐Ÿ“Œ
          Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah…
          Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus…
          Hiaslah do'amu dengan berhusnudzon kepad [truncated by WhatsApp

Note
Share dari WA groups

SIMPLE SEDEKAH ...


SIMPLE SEDEKAH ...

Belilah beberapa buah sandal jepit plastik atau bakiak
kayu, letakkan di sekitar masjid agar para jamaah dapat
menggunakannya saat akan berwudhu.Anda akan menikmati
pahala dari setiap orang yang memakainya

Letakkanlah di jendela kamarmu segelas air atau
makanan untuk burung-burung kecil yang datang hinggap ke
sana

Sisihkanlah dari hasil upah jerih payahmu, sebagian untuk
disumbangkan kepada anak yatim

Belilah sekantong plastik kaos tangan dan kaos kaki, agar
bisa diberikan kepada para pekerja

Letakkanlah di kamarmu sebuah kotak, dimana setiap kali
kamu merasa melakukan dosa, masukan uang receh 3-5ribu
ke dalamnya, jika sudah 1 bulan, buka kotak itu dan
besedekahlah dengan uang tersebut. Lakukanlah ini setiap
bulan

Jika anda hadir dalam acara kumpul-kumpul bersama
keluarga dan kerabat, belilah ½-1 doos air mineral, niatkan
untuk sedekah kepada orang² yang butuh minum, yang sakit,
dan lainnya

Jika anda mengisi bensin atau parkir, kemudian
petugasnya
mengembalikan uang receh sisa kembalian, berikan sisa uang
itu
untuknya sebagai sedekah

Belilah mushaf (Al Quran) letakkan di salah satu masjid
dan bayangkan berapa pahala yang akan anda dapat pada
setiap huruf yang mereka baca

Berikanlah perasaan gembira kepada setiap muslim,
khususnya kepada mereka yang sedang tertimpa kesedihan

Lemparkanlah senyum kepada orang yang anda temui,
berilah salam kepada orang yang duduk dan bertuturlah
dengan ucapan yang baik karena semuanya adalah sedekah

Jangan biarkan anda tertidur, melainkan telah memaafkan
setiap orang yang telah berbuat buruk kepadamu
(menggibahi, mengadu domba dan mendzalimimu

Kirimkan pesan ini ke semua kontakmu, siapa tahu ada
orang yang mau mengamalkan ini, sehingga andapun akan
mendapatkan pahala.

Subhanallah..

Note : 
Diambil dari share WA Groups 

Minggu, 06 Juli 2014

AYAH DAN PENDIDIKAN BAGI ANAK



 dapat dari WA Groups..
------------
AYAH DAN PENDIDIKAN BAGI ANAK

Oleh: Papapnya Shiddiq, Iqbal dan Luqman  
(soenaria@yahoo.de)
Siapapun yang prihatin dengan situasi Indonesia saat ini boleh jadi tertarik dengan ide Ivan Illich dan Totto Chan. Ivan Illich menggagas ide tentang Deschooling Society/masyarakat yang bebas dari sekolah (1971). Menurutnya, sekolah (SD hingga Perguruan Tinggi) sebagai institusi sosial gagal mewujudkan keadilan sosial dan iklim egaliter di masyarakat. Sekolah malah memperkuat struktur ketidakadilan. Yang kuat semakin kuat, dan yang lemah semakin lemah. Sekolah juga gagal dalam membangun dan mengawal moral sosial. Oleh karenanya Ivan Illich  menganjurkan sebuah reformasi pendidikan tanpa kehadiran sekolah. Totto Chan, sebaliknya, tidak anti sekolah. Ia justru dengan pengalaman riil hidupnya menganjurkan sebuah sekolah yang bebas (1981), sekolah yang melakukan fungsi humanisasi dan pencerahan kepada peserta didik, hingga mampu menjadi penggerak positif perubahan sosial di masyarakatnya.
Dua (2) pesan moral yang dapat saya petik dari keduanya: (1) Sebagai orang tua, saya seyogianya memilih dengan cermat sekolah yang akan menjadi tempat belajar bagi anak-anak. Sekolah yang bebas menurut Totto Chan, dalam pengertian: kondusif menjadi tempat anak-anak mengekslorasi potensi fisik-intelektual-spiritual nya, kondusif menjadi tempat untuk berkontemplasi memahami alam sekitar dan situasi sosial masyarakat seraya mengidentifikasi peran sosial dirinya dan arah perubahan sosial yang seharusnya dituju. (2) Sebagai orang tua, saya bertanggung jawab untuk tidak 100% menyerahkan proses pendidikan anak-anak kepada sekolah. Proses pembentukan karakter (character building) dan peningkatan kemampuan belajar (learning how to learn) dalam porsi yang besar tetap menjadi tanggung jawab orang tua, paling tidak hingga anak berusia 18 tahun. Sehingga saat anak-anak berkiprah di masyarakat, kekhawatiranIvan Illich tidak perlu terjadi. Anak-anak akan menjadi rahmatan lil alamin, menjadi bagian dari solusi dan bukan bagian dari masalah. Progresif turut andil dalam perubahan sosial dan bukan konservatif mempertahankanstatus quo.
Masalahnya, karena 2 pesan moral tersebut adalah pernyataan normatif, bagaimana mengeksekusinya dalam kenyataan? Bagaimana ayah dapat berperan didalamnya? 

Peran Ayah Bagi Pengembangan Diri Anak

Beberapa bulan sebelum kami menikah di tahun 2000, kami memperoleh pelatihan menjadi orang tua yang baik. Dijelaskan dalam pelatihan tersebut, tugas orang tua bila disederhanakan ada tiga: 1. Bercerita kepada anak, 2. Mengajak anak bermain, dan 3. Menjawab pertanyaan anak. Sepanjang 11 tahun perjalanan kami mencoba mengamalkannya, peran ayah tidak bisa dihilangkan, bahkan sama pentingnya dengan peran ibu. Peran ayah adalah komplementer, dan bukan substitusi dari peran ibu. Adatiga tantangan yang saya hadapi sebagai ayah untuk melakukan 3 tugas tersebut diatas, yakni membagi waktu, membagi konsentrasi, dan mengembangkan diri sendiri
Membagi waktu berarti ayah harus mengalokasikan waktu dalam keseharian hadir secara fisik untuk bercerita kepada anak, untuk mengajak anak bermain dan untuk menjawab pertanyaan anak. Tidak mudah karena dalam tuntutan pekerjaan di kantor, seringkali harus lembur hingga malam hari dan berangkat kembali ke kantor di pagi hari. Solusinya memaksa diri untuk mengatur ritme pekerjaan di kantor, merasa cukup dengan cashflowyang diterima dengan ritme pekerjaan yang adjusted tersebut, dan tidak terpancing untuk mencari tambahancashflow yang berkonsekuensi berkurangnya waktu untuk anak. Dalam eksekusi solusi tersebut tetap saja ada godaan berupa tuntutan ekonomi yang terus meningkat  serta pola hidup konsumerisme dan hedonis yang menggejala di masyarakat kita. Dialog yang terbuka dan partisipatif dengan anak dapat mengurangi godaan tersebut.
Membagi konsentrasi lebih sulit daripada mengalokasikan waktu. Karena selain hadir secara fisik untuk anak, pikiran dan emosi kita juga harus hadir secara penuh disana. Tidak jarang saat kita sedang bersama anak, ada panggilan telpon dari kolega/atasan kantor, atau bahkan kita terlihat melamun dan ditegur anak karena dianggap tidak sungguh-sungguh. Dapat dipastikan saat itu kita sedang memikirkan pekerjaan kantor atau amanah sosial lainnya. Istri saya pernah berpendapat bahwa walaupun waktu yang tersedia untuk anak sedikit yang penting kualitas interaksinya, ketimbang waktu yang banyak namun kualitas interaksinya rendah. Kualitas interaksi menuntut konsentrasi. Kendala berikutnya untuk konsentrasi adalah keletihan fisik dan pikiran seusai pulang dari tempat kerja. Sering saya sempatkan relaksasi sekitar 30 menit dikantor sebelum pulang agar tetap tampil segar dihadapan anak saat tiba di rumah. Tentu makanan yang sehat/cukup, shalat khusyuk dan membaca Al Quran yang teratur akan membantu kemampuan konsentrasi kita.
Kebutuhan untuk mengembangkan diri paling terasa saat kita melakukan tugas sebagai ayah dalam menjawab pertanyaan anak. Sering saya tidak bisa secara spontan menjawab pertanyaan anak dan membutuhkan waktu untuk mencari jawabannya. Kita merasakan kebutuhan untuk terus memperluas wawasan serta memperbaiki perilaku keseharian kita agar nilai-nilai yang kita sampaikan pada anak, saat bercerita-bermain- menjawab pertanyaan, memperoleh validasinya dalam pikiran dan perbuatan kita sehari-hari yang dapat dengan mudah diobservasi oleh anak.
Pada intinya, tiga tugas tersebut akan secara strategis membentuk kecerdasan anak, baik kecerdasan fisik, kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritual. Contohnya dalam kecerdasan fisik anak, ayah dapat berperan dalam pengembangan motorik kasar, sementara ibu dalam pengembangan motorik halus. Untuk kecerdasan spiritual ayah dapat berperan dalam pengamatan anak atas fenomena sosial diluar rumah, sementara ibu dalam pengamatan detail atas fenomena keseharian didalam rumah.   


Penelitian empiris yang dilakukan Slameto (2002) menunjukkan bahwa peran ayah sangat berhubungan dengan prestasi anaknya di sekolah. Beliau membuat kategori peran ayah sebagai provider, ayah sebagai problem solver, ayah sebagai pendidik dan ayah sebagai teladan. Keempat kategori tersebut terbukti berhubungan erat dengan prestasi akademik anak di sekolah dan menurunnya kemungkinan keterlibatan anak dalam kenakalan anak/remaja (misalnya perkelahian massal, narkoba dan seks bebas).   

Insentif Bagi Ayah Dalam Sistem Sosial Kita

Apapun yang dilakukan para ayah di Indonesia untuk mengoptimalkan perannya dalam mendidik anak, sangat dipengaruhi oleh sistem sosial yang berjalan di Indonesia. Kualitas peran ayah dalam pengembangan diri anak dapat ditingkatkan secara mikro dalam rumah tangga kita masing-masing, dan juga dapat distimulus oleh desain sistem sosial di masyarakat/negara kita. Beberapa contoh yang telah dilakukan beberapa negara berikut ini dapat menjadi inspirasi bagi kita dalam merumuskan kebijakan dan desain strategi kebudayaan kita di Indonesia dalam memandang keluarga dan masyarakat:    

1.     Mulai tahun 2002, pemerintah federal Jerman dengan gencar mengkampanyekan slogan baru Karriere und Familie(Karir dan Keluarga) menggantikan slogan lama yang puluhan tahun menginspirasi semua orang di Jerman Karriere oder (Karir atau Keluarga). Slogan ini dikampanyekan di berbagai media (televisi, radio, majalah, baligo di jalan-jalan dan tempat umum, dalam pidato-pidato politik kanselir, para menteri dan anggota parlemen). Dengan slogan ini ada gerakan sosial sistematis yang mengharmonisasikan karir profesional dan kesejahteraan keluarga.

2.     Beberapa perusahaan Jerman telah menerapkan kebijakan 2 orang manajer di posisi yang sama. Contohnya di Siemens pernah terjadi manajer sumber daya manusia ada 2 orang. Katakan saja si A dan si B. Si A menjadi manajer berkantor sejak Senin 08.00 hingga rabu 11.30. Sementara si B menjadi manajer di posisi yang sama berkantor sejak rabu 13.00 hingga Jumat 17.00. Gajinya tentu saja dibagi dua. Namun bila gaji yang dibagi dua tersebut secara nominal berada di bawah kebutuhan minimal keluarganya (sesuai standar hidup yang tinggi oleh negara), maka negara akan memberikan tunjangan sosial baginya. Dengan demikian dari total jam kerja perminggu sebanyak 38 jam, si A dan si B masing-masing dapat mengalokasikan waktu 19 jam untuk berada di rumah hadir untuk anak-anaknya. Itu diluar libur akhir pekan dan libur nasional.   
3.     Di setiap tempat kerja di Jerman (swasta maupun pemerintah) seorang pekerja wanita yang sedang mengandung anak, diberikan hak untuk mengambil cuti bersalin  3 bulan, dan dilanjutkan setelah itu dengan cuti membesarkan anak selama 2 tahun. Saat ibu tersebut kembali bekerja, ada jaminan di tempat kerjanya posisi jabatan dan besaran gaji yang minimal sama dengan posisi dan besaran gaji yang diterimanya saat mengambil cuti.   
4.     Di Islandia (hal ini menjadi model percontohan bagi Uni Eropa), seorang ayah yang memiliki istri sah dari pernikahan (bukan dari hidup bersama) dan memiliki anak dari pernikahan tersebut, akan memperoleh hak dari tempat kerjanya sebagai berikut: Sang ayah dapat mengambil cuti 3 bulan dalam satu tahun untuk menemani anak-anaknya. Sang ibu dapat mengambil cuti ditempat kerjanya 3 bulan untuk menemani anak-anaknya (tidak diwaktu yang sama dengan cuti suaminya), dan diluar itu keduanya dapat mengambil cuti 3 bulan bersama-sama diwaktu yang sama untuk menemani anak-anaknya. Dengan demikian seorang anak di Islandia dalam setiap tahun dapat bersama ayahnya around the clock selama 3 bulan, dapat bersama ibunya around the clock selama 3 bulan, dapat bersama ayah ibunya around the clock selama 3 bulan.   
Ketika ada yang bertanya, apakah kebijakan semacam itu dapat menurunkan produktivitas dan daya saing nasional negara-negara tersebut di dunia? Jawabannya ada tiga. 

Pertama, terbukti secara empiris Jerman menempati urutan ke-5  negara di dunia dengan daya saing tertinggi (WEF, 2011). 
Kedua, bagi Jerman dan Islandiakeseimbangan hidup lebih penting daripada pertumbuhan ekonomi. Paradigma keseimbangan dan keberlanjutan telah menggeser paradigma pertumbuhan dalam strategi kebudayaan masyarakat Jerman dan Islandia. 
Ketiga, sebagaimana janji Allah SWT dalam Islam, Jerman dan Islandia percaya bahwa keseimbangan hidup yang baik dan berkelanjutan dapat menjamin pertumbuhan ekonomi yang sehat.  Saya percaya bila mayoritas penduduk Jerman dan Islandia adalah muslim, maka peluang mereka untuk menghasilkan anak-anak yang shalih dengan implementasi kebijakan-kebijakan tersebut akan lebih besar daripada negara-negara lain.
Izinkan saya menutup tulisan ini dengan satu refleksi: Untuk membuat anak-anak kita menjadi anak-anak yang shalih, kita sebagai ayah nampaknya harus terlebih dulu jadi ayah yang shalih. Negara dapat membantu dengan desain insentif sosial. Keep trying, keep praying. Fastabiqul khairat.



Bandung, 8 Februari 2011